FOLLOW SEKARANG
FOLLOW SEKARANG

Polemik Transfer Data Pribadi ke AS, Prof. Henry: Pemerintah Perlu Jelaskan Cara Perlindungannya

Kesepakatan transfer data pribadi warga Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menuai polemik. Salah satu yang menjadi sorotan cara melindungi data tersebut untuk tak salah digunakan.

Politikus Golkar, Henry Indraguna memandang Kesepakatan ini dinilai membawa manfaat ekonomi bagi Indonesia, terutama dalam mendorong ekspor, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik.

Selain itu, mekanisme transfer data juga memungkinkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, seperti Google dan Amazon, tetap dapat mengoperasikan layanannya di Indonesia.

Kondisi ini secara otomatis membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan infrastruktur global yang tersedia.

“Di balik tantangan, kita masih memiliki peluang dengan cara meningkatkan investasi asing dan daya saing Indonesia di pasar digital,” kata dia dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).

Meski demikian, dia memandang transfer data berisiko memperkuat dominasi perusahaan teknologi AS tanpa jaminan keuntungan setara bagi Indonesia. Karenanya, perlunya mekanisme perlindungan, seperti Binding Corporate Rules (BCR), yaitu aturan internal perusahaan multinasional untuk memastikan standar perlindungan data.

“Sebaiknya pemerintah harus menjelaskan bagaimana data dilindungi, misalnya melalui BCR atau perjanjian bilateral, untuk menjaga kepercayaan publik,” jelas dia.

Related Posts

Leave a Reply