Pengacara kondang Adv, Dr ,(c) KP. Henry Indraguna, SH.,M.H.,C.L.A., C.I.L. yang kini terjun ke politik berjanji akan “mengkuningkan” Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) V.
Dapil Jateng V sendiri meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta. Dapil ini pun dianggap sebagai “dapil neraka” sepanjang Pemilihan Umum (Pemilu) digelar di era reformasi. Salah satunya adalah putri Ketum PDI Perjuangan yakni Puan Maharani yang juga Ketua DPR RI, beberapa kali Pileg bercokol di dapil “keras” ini.
Hal tersebut ditegaskan Henry Indraguna usai silaturahmi dengan sahabat-sahabat, kolega, dan senior di Beringin Jawa Tengah. Mulai dari Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto yang juga Legislator Senayan lalu Ketua DPP Golkar bidang Pemenangan Pemilu Jateng dan DI Yogyakarta, Iqbal Wibisono, Ketua DPD II dan wakil bupati terpilih Golkar Kabupaten Klaten,Yoga Hardaya, Ketua DPD II Golkar Sukoharjo H.Sardjono, Ketua DPD II Golkar Boyolali Fuadi, Ketua Harian DPD II Golkar Surakarta, Bandung Joko Suryono, dan Anton Lami Suhadi yang juga Wakil Ketua DPD I Golkar Jateng serta Anggota DPRD Jateng.
Silaturahmi dengan para senior di Golkar Jateng, khususnya komandan di Dapil Jateng V, kata Henry dimaksudkan untuk menjaga relasi dan komunikasi dua arah agar terjalin kesinambungan peran dan kontribusi positif untuk memajukan Partai Golkar dalam agenda politik dan peran kontributif-solutif yang dirasakan masyarakat. Terlebih di saat pandemi Covid-19 ini, peran kader Beringin dibutuhkan untuk membantu kesulitan rakyat.
Penasihat Ahli Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar ini mengaku bertekad menjadikan Beringin kembali bangkit meraih simpati rakyat di Dapil Jateng V yang selama ini porsinya diambil partai lain. Dia menilai saat ini rakyat di wilayah binaannya tersebut sudah galau dan halu atas retorika elit partai yang kini menguasai kursi parlemen. Masyarakat akhirnya makin tahu dan paham kalau elit partai itu hanya berorientasi melanggengkan kepentingan berkuasa tanpa berpihak atau membela aspirasi rakyat.
“Untuk itu saya bertekad akan kuningkan Dapil Jateng V. Saya pastikan duduk di DPR RI dari dapil neraka ini lewat Golkar,” tegas caleg Dapil Jateng V pada Pileg 2019 lalu dengan total perolehan suara hampir 50.000 itu di kantor Firma Hukum di Gedung Treasury Tower, SCBD, Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Menurut Henry, masyarakat Dapil Jateng V sudah sangat sadar dan sangat membutuhkan wakil-wakil rakyat yang kompeten dan dapat mewakili asprirasi suara arus bawah.
“Seorang caleg tidak hanya datang pada saat pencalegan, “bagi-bagi uang amplop bodong” selanjutnya “minggat”. Caleg seharusnya bertanggung jawab penuh pada rakyatnya, sebelum pemilihan maupun setelah pemilihan. Tidak lepas tangan begitu saja ketika duduk di Senayan,” tandas Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.
Henry juga mengaku tidak ngotot harus ditempatkan di Dapil Jateng V. Ia menyerahkan seluruh keputusan kepada pimpinan Partai Golkar. Ditempatkan dimana pun, ia akan berjuang mengibarkan panji-panji Golkar. Buatnya, Golkar merupakan kendaraan ideal dan cocok untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terlebih selama puluhan tahun menjadi lawyer, Henry banyak mengadvokasi masyarakat marginal yang tercerabut hak-hak konstitusionalnya akibat perbuatan melawan hukum karena “kekuasaan”.
“Saya membutuhkan kendaraan partai yang mumpuni, yang dapat benar-benar diandalkan membela hak-hak wong cilik, bukan hanya bagaimana elit partai di luar Golkar yang ditemukan menumpuk “uang haram” karena “nafsu politik bejat” yang menyengsarakan rakyat, yang akhirnya ketahuan setelah terjaring OTT KPK,” tuturnya.
Henry menegaskan, pelajaran 10 tahun ke belakang sudah cukup membuka mata rakyat, mana caleg yang patut dipilih dan mana kader yang paling banyak korupsi.
Ia pun mengajak masyarakat memilih partai yang benar-benar partai modern dan terbuka bukan perseroan terbatas berkedok partai.
“Partai perseroan terbatas biasanya semua keputusan di tangan direktur utama, jadi suka-suka dia. Bukan bagaimana mewakili jeritan rakyat. Golkar-lah yang terbukti mewakili jeritan rakyat, sudah terbukti dan teruji. Suara rakyat adalah suara Golkar,” tegas pengacara sekaligus politisi yang haus ilmu ini.
Penulis buku anti korupsi ini menuturkan tujuh bulan lamanya turun ke lapisan paling bawah di dapil. Melihat dengan mata sendiri, mendengar dengan telinga sendiri, serta merasakan betapa perih nasib rakyat.
“Jadi saya tahu pasti permasalahan-permasalahan apa saja di Dapil Jateng V. Sudah banyak yang saya lakukan sebelum Covid-19,” katanya.
Semua kegiatan yang dilakukan Henry terarsip secara baik di media massa terbitan lokal maupun nasional, media cetak, televisi, radio dan online. Dari mulai pembagian sembako, perbaikan masjid dan musholla, perbaikan jalan, membantu banyak sekali orang yang sakit dan tidak punya biaya, membuat kartu asuransi bagi masyarakat Dapil Jateng V, membantu banyak sekali masyarakat di Dapil V Jateng untuk mencari keadilan dengan advokasi hukum secara cuma-cuma, membantu pengadaan air di daerah yang kekeringan, melakukan fogging, memberikan sumbangan kepada masyarakat yang tidak mampu, terkhusus dalam dunia pendidikan, agama, dan status sosial.
“Kalau disebutkan satu persatu akan banyak sekali. Itulah yang mereka butuhkan dari peran kita para calon wakil rakyat atau yang mewakili ribuan rakyat di pusat,” ucap Henry yang juga kerabat Kasunanan Surakarta ini. Suarakarya




